TEORI KAPASITOR

Kapasitor

Woollard (1993: 26) menyatakan bahwa kapasitor banyak digunakan dalam sirkit elektronik dan mengerjakan berbagai fungsi. Pada dasarnya kapasitor merupakan alat penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan (piringan) yang berhubungan, tetapi dipisahkan oleh suatu penyekat. Bila elektron terpisah dari suatu plat ke plat yang lain, akan terdapat muatan diantara mereka pada medium penyekat tadi. Muatan ini disebabkan oleh muatan positif pada plat yang kehilangan elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron. Dari keterangan diatas ditarik kesimpulan bahwa kapasitor dapat dibentuk dimanapun asalkan kondisi diatas terpenuhi. Dengan kata lain, kapasitor dapat dibuat berdasarkan cara ini dan kapasitor “yang tidak diharapkan” juga dapat ditemukan di tempat-tempat tertentu, seperti pada dua jalur kabel terpisah yang bekerjasama atau pertemuan alat semikonduktor.





Gambar 6, a. Simbol Kapasitor, b. Bentuk nyata kapasitor



2.1 Kapasitansi


Muatan (bersimbol Q) diukur dengan satuan coulomb dan kapasitor memperoleh muatan listrik akan mempunyai tegangan antar terminal sebesar V volt.


Kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi (bersimbol C). Kapasitansi ini diukur berdasarkan besar muatan yang dapat disimpan pada suatu kenaikan tegangan. Kapasitansi diukur dalam satuan farad (bersimbol F)

 

Keterangan : C = Kapasitansi Q = Muatan V = Tegangan



2.3 Satuan


Sebuah kapasitor mempunyai kapasitansi 1F kalau muatan sebesar 1C membuat tegangannya naik sebesar 1V. Namun, farad ternyata terlampau besar, sehingga digunakan microfarad dan satuan yang lebih kecil lainnya :


1 mikrofarad = 1 mF = 1 x 10-6 F

1 nanofarad = 1 nF = 1 x 10-9 F

1 pikofarad = 1 pF = 1 x 10-12 F



terima pembuatan jingle perusahaan / usaha anda "murah bergaransi" hubungi 081915715383

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More